5 Cara Seru Melatih Daya Ingat Anak Sejak Dini

 

“Anakku tuh sebenarnya semangat belajar, tapi kenapa gampang lupa ya?” Pertanyaan seperti ini mungkin pernah terlintas di benak beberapa orang tua. Banyak anak yang sebenarnya cerdas dan antusias dalam belajar. Namun, mereka sering mengalami kesulitan mengingat langkah-langkah atau instruksi, terutama dalam pelajaran seperti matematika. Anak merasa frustrasi bukan karena tidak bisa, melainkan karena informasi yang mereka terima tidak tersimpan dengan baik di ingatan. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk mendampingi proses belajar anak agar lebih ringan, seru, dan sesuai tahap perkembangannya.

 

Kenapa Melatih Daya Ingat Anak Sejak Dini Itu Penting?

Daya ingat merupakan bagian penting dari fungsi kognitif anak. Kemampuan ini mendukung proses belajar, perkembangan bahasa, kemampuan sosial, hingga keterampilan pemecahan masalah. Ketika anak memiliki daya ingat yang baik, mereka dapat menyimpan informasi baru, menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya, dan menggunakannya kembali saat dibutuhkan.

Seperti dijelaskan dalam artikel Siloam Hospitals, perkembangan kognitif anak berlangsung dalam berbagai tahap yang harus distimulasi secara tepat sejak dini. Di usia prasekolah, anak mulai menunjukkan peningkatan memori dan kemampuan mengingat peristiwa atau instruksi sederhana. Maka, masa ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memperkuat daya ingat anak dengan cara-cara yang menyenangkan dan sesuai usianya.

Melatih daya ingat sejak dini tidak hanya bermanfaat dalam aspek akademik, tetapi juga bisa meningkatkan rasa percaya diri anak. Mereka akan merasa lebih percaya diri saat mampu mengingat dan menyampaikan kembali informasi dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai menstimulasi daya ingat anak sejak dini, sesuai dengan tahap perkembangan otak dan kemampuannya. Nah, berikut adalah 5 cara seru yang dapat orang tua lakukan untuk melatih daya ingat anak sejak dini:

 

1. Bermain Permainan Menghafal 

Tahukah Ayah dan Bunda? Melalui aktivitas bermain, anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga melatih imajinasi, kemampuan mendengar, serta mengembangkan keterampilan kognitif yang penting untuk tumbuh kembang dan daya ingatnya. Permainan menghafal seperti mencocokkan kartu bergambar, spot the difference, hingga teka-teki silang bisa menjadi cara menyenangkan untuk melatih daya ingat jangka pendek.

Dalam artikel Curious World, dijelaskan bahwa permainan tersebut membantu anak mengembangkan kemampuan mengenali pola, memperhatikan detail, serta melatih konsentrasi dan urutan logis. Semua ini merupakan fondasi penting untuk daya ingat yang kuat.

Salah satu permainan menghafal yang bisa dicoba adalah kartu bergambar. Caranya sederhana: acak kartu bergambar, buka dua kartu secara bergantian, lalu minta anak mencocokkan pasangannya. Aktivitas seperti ini bisa menstimulasi otak anak untuk bekerja aktif sambil tetap dalam suasana menyenangkan dan bebas tekanan. Dengan memasukkan permainan memori ke dalam rutinitas belajar atau bermain, Ayah dan Bunda bisa membantu anak melatih otaknya secara alami, tanpa membuatnya merasa sedang belajar.

 

2. Latihan Menceritakan Kembali 

Setelah membaca buku cerita atau menonton video edukatif, ajak anak menceritakan kembali apa yang mereka tangkap. Hal ini bisa menjadi cara yang efektif untuk melihat seberapa banyak informasi yang bisa mereka simpan dan urutkan secara logis.

Gunakan pertanyaan pemicu, seperti “Siapa tokohnya?”, “Apa yang terjadi di akhir cerita?”, atau Kenapa tokoh itu senang/sedih?”. Jangan buru-buru mengoreksi bila ceritanya belum runtut. Biarkan anak mencoba dulu menyampaikan versinya sendiri. 

Kegiatan ini tidak hanya melatih daya ingat, tetapi juga kemampuan menyusun informasi, berkomunikasi, dan berpikir kritis. Seperti dijelaskan oleh Nini, anggota Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) Malang, “Tingkat intelegensi anak juga akan meningkat dan dengan mengulang kembali cerita, itu dapat mengasah kemampuan kognitif anak” (RRI, 2023).

3. Gunakan Aktivitas Multisensori

Setiap anak belajar dengan cara yang berbeda. Ada anak yang lebih mudah paham lewat gambar, gerakan tangan, atau menyentuh langsung benda. Oleh sebab itu, aktivitas multisensori yang melibatkan penglihatan, sentuhan, dan gerakan menjadi salah satu cara efektif untuk membantu anak usia dini mengingat dengan lebih baik. 

Seperti yang dipaparkan dalam Special Ed Resource, pembelajaran multisensori tidak hanya membantu anak lebih mudah mengingat informasi, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka, terutama bagi anak yang punya gaya belajar berbeda atau mengalami kesulitan belajar. Aktivitas yang melibatkan berbagai indra bisa membuat anak lebih fokus, terlibat aktif, dan tidak cepat bosan. Selain itu, saat anak belajar dengan lebih dari satu indra secara bersamaan, otak mereka akan lebih aktif dalam membentuk koneksi baru

Math Champs mengintegrasikan pendekatan multisensori ini ke dalam program belajar sempoa. Anak mendapat stimulasi melalui aktivitas multisensori yang seru, sambil mengasah otak kanan & kiri agar semakin jago berhitung dan punya mental aritmatika yang kuat. Gerakan jari saat memindahkan manik sempoa, mengenali posisi, serta mendengar instruksi menghitung semuanya terjadi bersamaan. Hal ini menciptakan pengalaman belajar yang lengkap dan menyeluruh, sehingga informasi lebih mudah disimpan dalam memori jangka panjang.

4. Rutinitas Harian Yang Konsisten

Rutinitas harian yang konsisten dapat memperkuat memori dan pemahaman anak.  Selain itu, rutinitas juga memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif. Misalnya, saat anak mengikuti rutinitas waktu tidur, mereka mulai mengenali isyarat bahwa sudah waktunya untuk beristirahat. Pengulangan aktivitas ini membantu memperkuat konsep seperti mengenali pola, waktu, urutan, keteraturan, dan konsekuensi. 

Dengan rutinitas yang stabil, anak menjadi lebih mandiri karena bisa mengingat sendiri langkah-langkahnya. Hal ini juga membantu anak merasa aman dan nyaman, yang secara tidak langsung meningkatkan daya serap dan konsentrasi saat belajar. 

Seperti dijelaskan dalam Jan Peterson Child Development Center, struktur harian membantu anak-anak membentuk pola pikir yang tertata. Saat anak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, seperti waktu makan, bermain, dan belajar, maka mereka belajar mengingat urutan peristiwa dan menyesuaikan perilaku mereka sesuai situasi. Dengan rutinitas yang konsisten, anak jadi terbiasa memproses informasi berulang, yang sangat baik untuk memperkuat memori jangka panjang. 

5. Gunakan Musik atau Lagu Edukatif

Menggunakan musik dan lagu dalam pembelajaran bukan hanya menyenangkan, melainkan juga efektif dalam menstimulasi daya ingat anak usia dini. Ritme dan pengulangan dalam lagu membantu informasi lebih mudah menempel di otak.

Lirik yang sederhana dan menarik membantu anak lebih mudah mengingat informasi,  mengenal angka, huruf, warna, anggota tubuh, bahkan konsep matematika dasar seperti penjumlahan atau perkalian.

Seperti dijelaskan dalam artikel RRI, musik dapat membantu menumbuhkan kecerdasan dan meningkatkan daya ingat anak. Saat mendengarkan musik, sel-sel otak anak akan bekerja lebih aktif. Musik membantu memperkuat jaringan di otak yang berhubungan dengan memori, perhatian, dan emosi. Ketika anak menyanyikan lagu berhitung atau lagu tentang bentuk dan warna, mereka sebenarnya sedang memperkuat koneksi otaknya lewat irama, pengulangan, dan melodi. Aktivitas musikal ini dapat membantu membangun koneksi di dalam otak pada periode pertumbuhan penting anak. 

Bukan hanya menyenangkan, musik juga memicu aktivitas di otak kanan dan kiri secara bersamaan. Lagu-lagu edukatif yang dinyanyikan berulang menciptakan pola memori yang mudah diingat. Bahkan anak-anak yang belum bisa membaca pun bisa menghafal isi lagu dengan cepat! 

Melatih daya ingat anak bisa dengan berbagai cara yang seru dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, seperti bermain, bercerita, dan belajar multisensori, anak bisa mengembangkan kemampuan kognitifnya sambil tetap menikmati proses belajar. Nah, kalau Ayah dan Bunda sedang mencari cara belajar berhitung yang seru, menyenangkan, dan efektif, daftarkan anak ke program Math Champs Sempoa! Metode belajar multisensori yang digunakan akan membantu anak lebih fokus dan percaya diri dalam menghadapi pelajaran matematika. 

Yuk, daftar sekarang di Math Champs dan dukung anak jadi juara berhitung sejak dini dengan menghubungi WhatsApp berikut!
Follow juga Instagram @mathchamps.id untuk tips edukasi anak, kisah inspirasional, dan info menarik lainnya!

Penulis: Fina Puspa Sari

Instagram: jejak.kata.na

Referensi

  1. Siloam Hospitals. (2024, August 15). 4 tahapan perkembangan kognitif anak menurut teori Piaget. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/tahapan-perkembangan-kognitif-anak
  2. Wynne, E. (2019, August 22). The importance of playing memory games. Curious World. https://www.curiousworld.com/blog/importance-playing-memory-games
  3. Special Ed Resource. (2024, Agustus 8). What is multisensory learning: Benefits for your child. https://specialedresource.com/multisensory-learning-benefits
  4. Jan Peterson Child Development Center. (2024, October 13). The importance of routine and structure for young children. https://janpetersoncdc.com/blog/the-importance-of-routine-and-structure-for-young-children/
  5. RRI. (2023, November 15). Tingaktkan intelegensi anak, ini manfaat bercerita. https://www.rri.co.id/lain-lain/526390/tingaktkan-intelegensi-anak-ini-manfaat-bercerita
  6. RRI. (2021, November 18). Musik untuk perkembangan anak. https://www.rri.co.id/kesehatan/1173576/musik-untuk-perkembangan-anak
Lia Oktaviani